Album ke 5 / 10.20.2005

Salam Damai merupakan album kelima Tony Q, yang dirilis pada bulan Oktober tahun 2005. Materi lagu dalam album ini seakan menggambarkan kedewasaan sosok Tony Q sebagai seorang musisi Reggae yang tetap konsisten dengan jalurnya. Bahkan di album ini improvisasinya untuk menciptakan musik Reggae yang mempunyai rasa Indonesia tradisional begitu kental terasa, hal ini dapat didengar pada lagu ”Ngayogjokarto” dan ”Paris Van Java” dimana kedua lagu tersebut menggunakan bahasa dan aransemen musik yang disesuaikan dengan asal daerahnya. Lagu dengan tema sosial masyarakat masih dapat ditemui pada lagu ”Om fangke” ataupun lagu dengan tentang perdamaian dan kebebasan seperti lagu ”Salam Damai” dan ”Don’t Worry U Yeah”. Seperti musisi lainnya yang tidak pernah lepas dari lagu tentang cinta maka di album ini pun ada beberapa lagu dengan tema seperti itu yang diciptakan oleh Tony Q seperti ”Yang Terulang”, ”Cahaya Mu”, ”Gadis Andalas”, serta dua lagu dari album Damai Dengan Cinta yang diaransemen ulang dan di alih bahasakan ke bahasa Inggris yaitu ”Lady White”(Si Putih) dan ”Peace With Love”(Lukisan Cinta).

Sesuai dengan konsepnya yang menggunakan band dengan additional player maka untuk proses pembuatannya banyak dibantu oleh beberapa teman dari Tony Q Rastafara seperti Steven (Vokal), Rival (Bas), Achie (Drum) dari Steven & Coconut Treez, kemudian ada Naomi (Back Vocal) dari Subculture, Ferry HK (Drum), Roy Putuhena dari Taffgong, dan para musisi yang biasa menjadi addtional player untuk Tony Q Rastafara sendiri yaitu Yus Panigoro (Keyboard), Agung (Drum), Yudi (Bass), dan Hendricus (Perkusi/Kendang). Selain sebagai music director dan pencipta lagu, Tony Q Rastafara juga memainkan sendiri keseluruhan alat musik gitar dan beberapa alat musik Bass serta Perkusi pada lagu-lagu di album ini.

Album ini diproduksi oleh IM Production menggunakan cara yang seperti musisi kebanyakan saat ini lakukan yaitu dengan cara underground. Konsep yang ingin ditawarkan dalam album ini juga terbilang cukup unik dan berbeda dari kebanyakan album musisi lain terutama dalam segi kemasan, dimana selain menggunakan media standar pita kaset untuk musiknya, album ini juga dikemas menggunakan sarana visual yaitu VCD yang berisi Videoclip dari tiap-tiap lagu yang ada di album ini, kemudian wawancara dengan teman-teman Tony Q Rastafara, dan behind the scene dari pembuatan album.

Secara keseluruhan proses pembuatan album memakan waktu hanya 4 bulan untuk proses rekaman, mixing,mastering, hingga duplicating. Sedangkan untuk materi VideoClip yang dilangsung dikerjakan oleh tim dari IM Production yang memakan waktu setidaknya 2 bulan termasuk take shoot, editing dan duplicating. Untuk distribusi seperti layak indie album , menggunakan media distro di beberapa kota besar yang saat ini menjadi sarana paling efektif dan efisien untuk mendistribusikan album indiependent.

Sesuai dengan konsepnya yang menggunakan band dengan additional player maka untuk proses pembuatannya banyak dibantu oleh beberapa teman dari Tony Q Rastafara seperti Steven (Vokal), Rival (Bas), Achie (Drum) dari Steven & Coconut Treez, kemudian ada Naomi (Back Vocal) dari Subculture, Ferry HK (Drum), Roy Putuhena dari Taffgong, dan para musisi yang biasa menjadi addtional player untuk Tony Q Rastafara sendiri yaitu Yus Panigoro (Keyboard), Agung (Drum), Yudi (Bass), dan Hendricus (Perkusi/Kendang). Selain sebagai music director dan pencipta lagu, Tony Q Rastafara juga memainkan sendiri keseluruhan alat musik gitar dan beberapa alat musik Bass serta Perkusi pada lagu-lagu di album ini.

Album ini diproduksi oleh IM Production menggunakan cara yang seperti musisi kebanyakan saat ini lakukan yaitu dengan cara underground. Konsep yang ingin ditawarkan dalam album ini juga terbilang cukup unik dan berbeda dari kebanyakan album musisi lain terutama dalam segi kemasan, dimana selain menggunakan media standar pita kaset untuk musiknya, album ini juga dikemas menggunakan sarana visual yaitu VCD yang berisi Videoclip dari tiap-tiap lagu yang ada di album ini, kemudian wawancara dengan teman-teman Tony Q Rastafara, dan behind the scene dari pembuatan album.

Secara keseluruhan proses pembuatan album memakan waktu hanya 4 bulan untuk proses rekaman, mixing,mastering, hingga duplicating. Sedangkan untuk materi VideoClip yang dilangsung dikerjakan oleh tim dari IM Production yang memakan waktu setidaknya 2 bulan termasuk take shoot, editing dan duplicating. Untuk distribusi seperti layak indie album , menggunakan media distro di beberapa kota besar yang saat ini menjadi sarana paling efektif dan efisien untuk mendistribusikan album indiependent.


Posted by Tony Q Rastafara on Thursday Oct 20, 2005